Selasa, 30 November 2010

201 : PENGANTAR ASURANSI KERUGIAN KOMERSIAL ( 20 MARET 2006 )

SENIN : 20 MARET 2006Jam : 14.00 - 17.00

Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II)
Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%)
Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam

BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini.
Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks).
Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.

1. Uraikan 3 (tiga) perbedaan antara Pialang Asuransi dengan Agen Asuransi sesuai Peraturan Perundangan yang berlaku di Indonesia
2. Uraikan 3 (tiga) cara penyelesaian ganti rugi dalam asuransi kendaraan bermotor komersial
3. Uraikan 5 (lima) jaminan pokok Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI)
4. Uraikan luas jaminan Product Guarantee Insurance
5. Sebutkan 7 (tujuh) risiko yang dikecualikan dalam Contractors Insurance Policies
6. Uraikan pengertian Eighty-five per cent condition of average kaitannya dalam asuransi harta benda
7. Uraikan 3 (tiga) faktor yang dipertimbangkan dalam menetapkan tarif premi untuk asuransi Professional Indemnity
8. Uraikan ketentuan dipenuhinya prinsip kontribusi dalam asuransi harta benda

103 : PRAKTEK BISNIS ( 18 MARET 2009 )

Jam : 09.00 - 12.00

 Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II)
 Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%)
 Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
 Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam

BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini.
Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks).
Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.

1. Uraikan 2 (dua) bentuk balas jasa yang berhubungan dengan Appraisal & Reward.
2. Dalam kaitan dengan Komunikasi Internal, uraikan 3 (tiga) jenis saluran komunikasi dan contoh masing masing.
3. Uraikan 3 (tiga) perbedaan antara akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen.
4. Dalam kaitan dengan Gaya Manajemen (management style), uraikan 3 (tiga) model manajemen dan karakteristiknya.
5. Uraikan 4(empat) keuntungan dari penganggaran (budgeting).
6. Uraikan 4(empat) proses penilaian dalam kaitan dengan sumber daya manusia.
7. Uraikan 4 (empat) peranan Sekretaris Perusahaan dalam kaitan dengan tata kelola perusahaan.
8. Dalam kaitan dengan market research, uraikan 4 (empat) proses manjemen marketing.

Senin, 29 November 2010

103 : PRAKTEK BISNIS ( 14 MARET 2007 )

Jam : 09.00 - 12.00

 Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II)
 Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%)
 Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
 Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam


BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini. Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks). Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.

1. Sebutkan 5 (lima) pihak yang perlu mengetahui mengenai Profitability perusahaan.
2. Uraikan apa yang dimaksud dengan Forecasting dalam kaitannya dengan Budgeting.
3. Uraikan apa yang disebut Market Segmentation dan penerapannya untuk kendaraan bermotor.
4. Uraikan fungsi dari Income Statement atau Laporan Laba/Rugi dari suatu perusahaan.
5. Uraikan 5 (lima) sumber ide dalam kaitannya dengan New Product
6. Uraikan kategori dari kebutuhan (Needs) dalam marketing konsep.
7. Sebutkan 5 (lima) Assessment Merthod dalam kaitannya dengan rekrutmen karyawan.
8. D. Schon dalam bukunya Technology and Change menyebutkan teknologi sebagai apa ? dan apa saja yang termasuk dalam teknologi.


103 : PRAKTEK BISNIS ( 22 MARET 2006 )

RABU : 22 MARET 2006

Jam : 09.00 - 12.00

Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II) Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%) Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam

BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini. Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks). Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.

1. Uraikan apa yang dimaksud dengan SWOT Analysis
2. Setiap perusahaan memiliki Budaya Perusahaan (Corporate Culture) yang berbeda. Uraikan 3 (tiga) aspek yang membentuk Budaya Perusahaan
3. Uraikan 6 (enam) fase Perencanaan
4. Penyelenggaraan rapat yang efektif diperlukan agenda rapat. Sebutkan 6 (enam) hal yang biasanya terkandung dalam suatu agenda rapat.
5. Uraikan apa yang dimaksud dengan Persamaan Akuntansi (Accounting Equation).
6. Uraikan tujuan penyusunan suatu Anggaran (Budgeting)
7. Motifasi merupakan hal penting dalam produktivitas dan kinerja karyawan. Uraikan apa yang dimaksud dengan Motivasi.
8. Dalam presentasi laporan keuangan sering digunakan Pie Chart. Uraikan apa yang dimaksud dengan Pie Chart dan berikan illustrasi.

Minggu, 28 November 2010

603 : APLIKASI REASURANSI

SASARAN

Memberikan pengetahuan dan pengertian mengenai cara kerja pasar reasuransi yang berhubungan dengan underwriting, akuntansi, persyaratan klaim dan pengawasan pemerintah.
Peringkat
Pengetahuan
KEBUTUHAN REASURANSI BAGI ASURADUR

Faktor-faktor yang mempengaruhi atau membatasi retensi, meliputi aset perusahaan, ukuran portfolio, tipe penyebaran risiko dan pola kerugian. 3
Pengaruh kebijakan keuangan meliputi arus kas dan sikap perusahaan terhadap risiko. 3
Lingkungan pasar reasuransi dan pertimbangan-pertimbangan keamanan, dampak reasuransi atas capital cost and return. 3
Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk reasuransi yang tepat, memperkirakan eksposur asuradur dan besarnya reasuransi yang diperlukan. 3

602 : MANAJEMEN UNDERWRITING

SASARAN :
Memberikan pengertian dan kemampuan mengaplikasikan persyaratan untuk mengelola akun underwriting asuransi kerugian melalui seleksi jenis bisnis dan merancang produk; menyusun kebijakan underwriting dari produk-produk dimaksud; menetapkan harga; mangelola eksposur; implementasi pengendalian operasional; penyusunan anggaran dan pemantauan hasil.

Pringkat
Pengetahuan
SELEKSI JENIS BISNIS DAN RANCANGAN PRODUK

Pengaruh sasaran perusahaan terhadap seleksi bisnis, sasaran keuangan dan
sikap etika 2
Sumber daya yang berkaitan dengan keahlian, sistem dan permodalan 2
Pentingnya biaya masuk dan keluar dari bisnis 3
Faktor lain yang mempengaruhi seleksi jenis bisnis dan jenis jaminan yang akan diberikan 2
Solvensi dan modal. 3
Kemauan dan kendala terhadap praktek underwriting di Inggris 3
Wewenang dari Departement of Trade and Industry./Departemen Keuangan RI. 3
Persyaratan yang berhubungan dengan jaminan wajib 2
Kontribusi penelitian pasar dalam menentukan :
 target pelanggan 2
 jaminan yang disediakan 2
 permintaan produk 2
 posisi kompetitif 2
Karakteristik dan cara kerja berbagai saluran distribusi. 1
Implikasi struktur pasar dan keunggulan untuk masuk ke pasar internasional 1
Otorisasi bisnis internasional 1
Persyaratan khusus dari program asuransi global 1
Ketersediaan dan biaya reasuransi 1
Hubungan antara cadangan keseimbangan reasuransi dan persyaratan permodalan 2

601 : MANAJEMEN RISIKO

SASARAN
Memberikan pengertian serta wawasan tentang prinsip-prinsip dan praktek-praktek Manajemen Risiko agar dapat menghasilkan strategi yang optimal untuk menangani risiko dalam suatu organisasi

Peringkat
Pengetahuan
PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO

Hubungan antara risiko dengan objektif dari organisasi. 2
Definisi manajemen risiko 1
Kebutuhan atas manajemen risiko dan potensi biaya yang dapat terjadi bila manajemen risiko diabaikan. 2
Pentingnya manajemen risiko bagi strategu korporat. 2
Implikasi coprporate governance terhadap manajemen risiko 3
Lokasi unit yang bertanggung-jawab atas manajemen risiko dalam struktur organisasi 1
Langkah-langkah findamental dalam proses manajemen risiko 3
Fungsi dari manajer risiko 2

503 : PRINSIP-PRINSIP REASURANSI

SASARAN

Memberikan pengetahuan dan pengertian mengenai prinsip-prinsip reasuransi, aplikasi berbagai metode reasuransi, hukum yang terkait dengan reasuransi dan wording kontrak yang digunakan saat ini.
Peringkat
Pengetahuan
MAKSUD REASURANSI

Penyebaran risiko melalui transfer risiko 3
Penyediaan kapasitas risiko 3
Penyediaan security finansil. 3

PIHAK-PIHAK DALAM KONTAK REASURANSI

Pembeli : ceding company / reinsured 2
Penjual : reinsurer 2
Pialang : broker reasuransi 2
Retrocedant dan Retrocessionaire 2

502 : ASURANSI PENGANGKUTAN

I. PRINSIP-PRINSIP ASURANSI PENGANGKUTAN

SASARAN :

Memberikan pengetahuan dan pengertian tentang prinsip-prinsip dan pasar dunia serta konteks hukum yang diterapkan pada prinsip-prinsip tersebut.
Peringkat
Pengetahuan
PERKEMBANGAN ASURANSI PENGANGKUTAN

Karakteristik sektor-sektor utama asuransi pengangkutan yang menjamin :
- rangka kapal 2
- kargo 2
- tanggung gugat 2
- exces of loss dan bentuk reasuransinya 2
- gangguan usaha 2
- energi 2
Kargo, sarana angkuan dan infrastruktur angkutan laut 2
Pertumbuhan pasar asuransi pengangkutan dunia 2
Sejarah dan evolusi asuransi pengangkutan dalam konteks lingkungan bisnis saat ini 2
Pengaruh perkembangan asuransi pengangkutan berkaitan dengan :
- evolusi perdagangan dunia 2
- perkembangan regim hukum 2
- general average dan regim maritim lainnya seperti salvage, tabrakan dan 2
- tanggung gugat maritim lainnya 2

501 : ASURANSI TANGGUNG GUGAT

SASARAN

Memberikan pengetahuan mengenai bagaimana tanggung gugat timbul, kewajiban untuk berhati-hati, akibat pelanggaran dari kewajiban tersebut dan kaerugian yang diakibatkannya, memberikan pengertian akan tujuan dan akibat dari peraturan perundang-undangan yang terkait; memungkinkan aplikasi pengetahuan tersebut dalam praktek asuransi tanggung gugat.
Peringkat
Pengetahuan
PRINSIP – PRINSIP HUKUM

Sumber-sumber hukum utama termasuk legislasi dan precedent 3
Klasifikasi hukum 3
Hukum Eropa dan Hukum Inggris 2
Hukum tentang torts 3
Klasiifikasi tort 3
Perbuatan melawan hukum dalam Hukum Indonesia 3
Perbedaan antara kontrak dan tort 3
Konsep kesalahan (fault) 3
Konsep strict liability 3
Konsep kausalitas menurut Hukum Inggris dan Hukum Indonesia 3
Competing causes/conditions dan novus actus interveniens 3
Remoteness of damage 3
Pembelaan terhadap gugatan tort 3
Prinsip kelalaian bersama (contributory negligence) 3
Definisi dari kelalaian (negligence) 3
Unsur-unsur pokok kelalaian : kewajiban untuk berhati-hati, pelanggaran dan ganti rugi 3
Beban pembuktian dalam kelalaian, termasuk res ipsa loquitur 2
Strict liability menurut Common Law dan undang-undang termasuk :
- Prinsip berdasarkan kasus : Rylands v Fletcher 2
- Tanggung gugat penerimaan titipan, pengangkutan umum, pengelolahan hotel dan tanggung gugat akibat hewan
Pelanggaran kewajiban berdasarkan undang-undang 2
Unsur-unsur pokok dalam hal pelanggaran kewajiban berdasarkan undang-undang 3
Pembelaan terhadap pelanggaran kewajiban berdasarkan undang-undang 2
Gangguan/nuisance pribadi dan gangguan publik 2
Gangguan berdasarkan undang-undang 2
Pelanggaran batas (trespass) terhadap orang, tanah dan harta benda 1
Prinsip tanggung gugat atas perbuatan orang lain (vicarious liability) 3
Katagori vicarious liability, khususnya pemberi kerja/karyawan, prinsipal/agen dan prinsipal/kontraktor independen 3
Hukum berkenan dengan pelaku Perbuatan Melawan Hukum Bersama (joint tortfeasors)
Civil Liability (Contribution) Act 1978 1
Tanggung gugat penghuni (occupation liability)
Prinsip-prinsip tanggung gugat kontraktual 3
Unfair Terms in Consumer Contract Regulation Act 1994 dan Unfair Contract Terms Act 1977 3
Contract (Applicable Law) Act 1990 2
Third Parties (Rights Against Insurers) Act 1930 2
Hold harmless and waiver of subrogation 2
Indemnitas terhadap penjual atau tanggung gugat yang timbul karena perjanjian 2
Batas waktu melakukan gugatan dalam hal kontrak dan tort 3
Batas waktu khusus dan pelaksanaannya 3
Prinsip hukum umum pencemaran nama baik (defamation) 2
Katagori pencemaran nama baik 1
Dasar tanggung gugat untuk libel dan slander 1
Pembelaan terhadap pencemaran nama baik 1
Rehabilitation of Offenders Act 1974 dalam hubungannya dengan pencemaran nama baik 1
Pengkajian ganti rugi dalam klaim fatal ; Fatal Accident Act 1976 dengan amandemen Administrations of Justice Act 1982, Law Reform (Miscellanous Provisions) Act 1934 3

401 : PRINSIP – PRINSIP DAN PRAKTEK MANAJEMEN DALAM ASURANSI DAN JASA KEUANGAN LAINNYA

SASARAN

Untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan tentang prinsip-prinsip dan praktek manajemen bisnis untuk dapat menilai kekuatan dan kelemahan berbagai tehnik manajemen dan untuk membantu meningkatkan ketrampilan manajemen para kandidat.
Peringkat
Pengetahuan
KONTEKS MANAJEMEN

Peranan dan tanggung jawab manajer 2
Kemampuan untuk berubah yang dibutuhkan oleh manajer 2
Struktur organisasi dan pengaruhnya terhadap proses manajemen 2
Pengaruh perubahan ekonomi, sosial, politik dan teknologi 2
Manajemen hubungan ‘stake holder’ :
- Kewajiban terhadap konsumen, pemegang saham, pemerintah, masyarakat, dan karyawan 3
- Etika dan kepercayaan organisasi 3
Tren dalam ‘corporate governace’ 2

304 : ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR

SASARAN :

Memerikan pengetahuan dan pengertian mengenai prinsip-prinsip dan praktek asuransi kendaraan bermotor dengan memperhatikan pertimbangan hukum dan perundang-undangan yang berlaku serta kemampuan untuk mengaplikasikannya secara benar.
Peringkat
Pengetahuan
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

Tahapan-tahapan penting dalam perkembangan asuransi kendaraan bermotor di Inggris sejak tahun 1930 yang berkaitan dengan :
- Kemajuan kendaraan bermotor dalam penggunaan, tipe dan teknologinya 1
- Perkembangan perundang-undangan 2
- Perkembangan praktek pasar 1
Hukum European Community dan implikasinya terhadap asuransi kendaraan bermotor 2

303 : ASURANSI PERSONAL

SASARAN

Memberikan pengetahuan dan pengertian mengenai prinsip dan praktek yang berkaitan dengan prosedur underwriting dan klaim pada asuransi kerugian pribadi dan pengetahuan tentang aspek-aspek hukum dan tanggung gugat yang terkait.
Peringkat
Pengetahuan
ASURANSI HOUSEHOLD DAN PERLUASAN STANDAR

Luas lingkup jaminan (termasuk wordings polis, pengecualian dan perluasan), pengkajian, dasar penetapan premi, perlindungan dan pengendalian risiko untuk :
- bangunan 3
- isi bangunan 3
- all risks/harta pribadi 3
Termasuk perluasan yang umum seperti :
- uang dan kartu kredit 2
- karya seni 2
- peralatan musik 2
- biaya-biaya hukum 2
- pedal cycles 2
- pelayanan bantuan dan bantuan darurat 2
- peralatan olahraga 2
- makanan beku 2
Pertimbangan politis dan etis contoh banjir, wilayah dalam kota 2
Perubahan pada pertengahan periode dan perpanjangan 2
Pengkajian dan dasar penetapan premi risiko-risiko non-standar 2

302 : ASURANSI HARTA BENDA DAN KEPENTINGAN KEUANGAN KOMERSIAL – PENGKAJIAN DAN UNDERWRITING

(Termasuk Asuransi Konstruksi dan Rekayasa)

SASARAN

Memberikan pengetahuan dan pengertian mengenai prinsip dan praktek dalam pengkajian risiko dan underwriting dalam kaitannya dengan asuransi harta benda, kepentingan keuangan, konstruksi dan rekayasa, termasuk peranan petugas survai dan jasa pemeriksaan.

Peringkat
Pengetahuan

PENGENDALIAN RISIKO, PENINGKATAN KUALITAS DAN PENCEGAHAN KERUGIAN

BADAN-BADAN PENASEHAT

Peranan dan pencegahan kerugian (Loss Prevention Council) 1
Fungsi dan tujuan organisasi-organisasi lainnya termasuk Association of British Insurer, Fire Research Station National Approval Council for Security Systems, British Standard Institution, Arson Prevention Bureau, Committee European Des Assurances dan International Organization for Standardisation 1

HAZARD, PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN KUALITAS RISIKO

Peranan petugas survai dalam pengendalian dan peningkatan kualitas risiko 2
Physical dan moral hazards serta aplikasinya dalam asuransi harta benda dan kepentingan keuangan 2
Metode-metode penanggulangan dan perbaikan kualitas moral hazard 2

301 : PRINSIP – PRINSIP ASURANSI HARTA BENDA DAN KEPENTINGAN KEUANGAN

(Termasuk Asuransi Konstruksi dan Rekayasa)

SASARAN

Memberikan pengetahuan dan pengertian terhadap prinsip-prinsip dan praktek asuransi harta benda komersial, kepentingan keuangan, asuransi konstruksi dan rekayasa, jaminan yang tersedia dan prinsip-prinsip penyelesaian klaim.
Peringkat
Pengetahuan

ASURANSI HARTA BENDA DAN KEPENTINGAN KEUANGAN

PERKEMBANGAN DAN STRUKTUR ASURANSI HARTA BENDA DAN KEPENTINGAN KEUANGAN

Perkembangan asuransi harta benda dan kepentingan keuangan 1
Pasar asuransi harta benda & kepentingan keuangan 1
Praktek yang berlaku di pasar sehubungan dengan wording polis yang direkomendasikan 2
Jastifikasi wordings yang direkomendasikan 2
EC Directives yang relevan dengan asuransi harta benda 2
Aplikasi pajak pertambahan nilai (value added tax) 2
Ruang lingkup, syarat-syarat dan aplikasi Theft Act 1968, Riot (Damages) Act 1886 dan Public Order Act 1986 2

202 : PENGANTAR ASURANSI PERSONAL

SASARAN

Memberikan pandangan dan pengertian prinsip-prinsip dan praktek-praktek dasar sehubungan dengan asuransi Individu
Peringkat
pengetahuan
PASAR ASURANSI INDIVIDU

Pasar asuransi individu 1
Kebutuhan individu untuk berasuransi 1
Manfaat asuransi bagi tertanggung, masyarakat dan ekonomi 1
Individu dan proses menajemen risiko 2
Karakteristik risiko yang dihadapi oleh individu 2
Tipe-tipe perantara 2
Tipe-tipe penanggung Lloyd’s, perusahaan dan Negara 2
Perkembangan asuransi individu 2
Asosiasi-asosiasi dalam pasar asuransi 2
Peraturan dan pengawasan bagi penanggung dan perantara 2

201 : PENGANTAR ASURANSI KERUGIAN KOMERSIAL

SASARAN

Memberikan pandangan dan pengertian tentang dasar prinsip-prinsip dan praktek berkaitan dengan asuransi kerugian komersial.Peringkat
pengetahuan
PASAR ASURANSI

- Operasional dari pasar asuransi 1
- Tipe penanggung meliputi Lloyd’s, perusahaan asuransi dan negara 1
- Peraturan Perundang-undangan dan pengawasan atas perusahaan asuransi dan perantara asuransi 2

PRINSIP-PRINSIP HUKUM ASURANSI

Itikad sangat baik (utmost good faith), indemnitas (indemnity), kepentingan yang dapat dipertanggungkan (insurable interest), subrogasi (subrogation), kontribusi (contribution) dan proximate cause yang diterapkan pada asuransi kerugian komersial 2

STRUKTUR POLIS ASURANSI

- operative clause 1
- pengecualian 1
- syarat polis 1
- warranties 1
- ikthisar polis 1

TUNTUTAN GANTI RUGI

- Prosedur umum klaim 1
- Penggunaan loss adjusters, loss assessors dan motor engineers 1
- kurang dari harga sebenarnya. 1
- Persyaratan, prosedur dan organisasi Arbitrase 1

POLIS ASURANSI HARTA BENDA
Jenis harta benda yang diasuransikan; bahaya-bahaya dijamin dan dikecualikan; persyaratan dan peraturan polis; polis khusus; risks assessment; risks management; pencegahan kerugian; metode pengaturan asuransi untuk :

- material damage 3
- pencurian 3
- uang 2
- goods in transit 2
- kaca 1
Menghitung nilai pertanggungan untuk beberapa jenis harta benda; manfaat harga pertanggungan dengan nilai penuh; alternatif dari harga pertanggungan penuh termasuk dasar asuransi firast loss dan agreed value; reinstatement sebagai dasar asuransi; biaya-biaya tambahan yang dipertanggungkan; pertanggungan khusus atau perluasan untuk :
- motor trade 2
- toko-toko 2
- hotel dan guest houses 2
- pertanian, ternak dan hailstorm 2
- pemilik harta benda 2
- kantor dan rumah pengobatan 2

ASURANSI GANGGUAN USAHA

Kebutuhan akan asuransi gangguan usaha; bahaya dijamin dan dikecualikan; ketentuan dan persyaratan polis; penggunaan polis; risks assessment; risks management dan pencegahan kerugian; metode penutupan asuransi; perhitungan harga pertanggungan dan maximum indemnity period; first loss cover; biaya tambahan yang dipertanggungkan. 3

POLIS ASURANSI TANGGUNG GUGAT

Peraturan perundang-undangan; prinsip-prinsip dasar hokum; luas jaminan ; ganti rugi yang diberikan; underwriting dan suku premi; pengecualian; persyaratan polis; perluasan jaminan ; batas teritorial, dalam hal :
- tanggung gugat pemberi kerja (employer’s liability) 3
- tanggung gugat publik (public liability) 3
- tanggung gugat produk (product liability) 3
- product guarantee 2
- risiko professional 2
- directors’ and officers’ liability 2
- intellectual property 2
- libel & slander 1
- biaya hukum. 2

ASURANSI KONSTRUKSI DAN REKAYASA

Jenis harta benda yang diasuransikan; bahaya-bahaya dijamin dan dikecualikan; persyaratan dan peraturan polis; polis khusus; risks assessment; risks management; pencegahan kerugian; metode pengaturan asuransi berdasarkan jenis polis untuk kontraktor :
- harta benda 2
- asuransi ganguan usaha 2
- tanggung gugat 2

Jenis harta benda yang diasuransikan; bahaya-bahaya dijamin dan dikecualikan; persyaratan dan peraturan polis; polis khusus; risks assessment; risks management; pencegahan kerugian; metode pengaturan asuransi berdasarkan jenis polis untuk asuransi rekayasa :
- harta benda 2
- asuransi gangguan usaha 2
- tanggung gugat 2
- undang-undang mengenai pengawasan atas mesin-mesin. 2

POLIS ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR KOMERSIAL

- Latar belakang undang-undang dalam asuransi kendaraan bermotor. 1
- Jenis dan klasifikasi kendaraan komersial 1
- Faktor-faktor underwriting 3
- Luas jaminan, pengecualian dan persyaratan polis. 3
- Jaminan dan manfaat tambahan 1
- Suku premi untuk pertanggungan individu dan armada 2
- Aspek-aspek khusus dari :
peti kemas, kendaraan yang disewakan secara umum atau pribadi, self drive hire,
contingent liability, bis dan kendaraan khusus,trailers dan kendaraan pertanian. 2

RISIKO ANEKA

Luas jaminan, underwriting dan factor penentu suku premi untuk :
- Fidelity Guarantee 2
- Bonds 2
- Credit insurance 2
- Latent defect insurance 2
- Group personal accident 2
- Business travel. 2

REASURANSI

- Aplikasi reasuransi pada asuransi kerugian komersial 1
- Metode reasuransi, meliputi
a. Treaty 2
b. Fakultatif 2
b. Pools 1
c. Pemerintah 1
d. Captive 1
- Reasuransi proporsional, meliputi :
a. Surplus 2
b. Quota share 2
- Reasuransi non proporsional, meliputi :
a. Excess of loss 2
b. Excess of loss ratio 2

PERINGKAT PENGETAHUAN

Setiap sub-topik telah ditetapkan suatu peringkat pengetahuan secara numerik sebagai berikut :

1. Wajib mengetahui latar belakang secara umum
2. Pemahaman unsur-unsur utama dari prosedur atau konsep serta penggunaannya
3. Kemampuan dalam mengevaluasi konsep, hal-hal, kebijakan dan prosedur disertai dengan pengertian atas aspek-aspek terkait dan penerapanya pada berbagai keadaan.

KEPUSTAKAAN

Bacaan Utama : 
1. Course Book P10 : An Introduction to commercial general Insurance – The Chartered Insurance Institute, 2000

Bacaan Tambahan : 1. KUHD pasal……
2. Undang-Undang No. 2 Tahun 1992
3. Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI).
4. Polis Standar Kendaraan Bermotor Indonesia.
5. Jurnal AAMAI
6. Buku/diktat yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga pendidikan asuransi di Indonesia yang berhubungan dengan pengantar asuransi.kerugian komersial.

103 : PRAKTEK BISNIS

SASARAN :

Memberikan pengetahuan dan pengertian tentang tujuan bisnis organisasi terutama bagi semua organisasi harus berjalan / terlaksana dengan baik.
Peringkat
Pengetahuan

BISNIS

Konsep Bisnis 2
Sasaran Bisnis Organisasi 2
Model Bisnis Organisasi 2
Tujuan dan Misi Organisasi 1
Tinjauan dan Fungsi Organisasi 1

MANAJEMEN

Orang yang terlibat dalam menjalankan Bisnis 2
Peranan Direksi dan senior eksekutif 2
Struktur Operasional dalam Organisasi 2
Konsep Perencanaan dalam Organisasi 2
Pembuatan keputusan dalam Organisasi 2

102 : HUKUM DAN ASURANSI

SASARAN:

Memberikan pengetahuan dan pengertian mengenai hukum yang menjadi dasar perjanjian asuransi dan operasional asuransi serta hukum atau undang-undang yang sangat berkaitan dengan asuransi, baik menurut hukum Indonesia maupun hukum Inggris.
Peringkat
Pengetahuan
MATERI HUKUM INGGRIS DAN HUKUM ASURANSI UNIVERSAL

HAKEKAT HUKUM DAN SUMBER HUKUM

Pengertian hukum, klasifikasi hukum dan perbedaan antara Hukum Publik dengan Hukum Perdata, Hukum Pidana dengan Hukum Sipil 1
Karakteristik sistem hukum dalam penerapannya 2
Sumber-sumber hokum 2
Hirarki perundang-undangan, sistem pengadilan dan penafsiran hokum 2
Hubungan dan pengaruh hukum supra nasional dengan hukum nasional 2

SUBYEK HUKUM (LEGAL PERSONALITY)

Status dan kapasitas dari subyek hukum, orang dan badan hokum 2
Prosedur mendirikan dan membubarkan korporasi 2
Asosiasi yang bukan korporasi 2
Perbedaan asosiasi dengan korporasi 2

101 : PRAKTEK ASURANSI

SASARAN :
Memberikan pengertian tentang hubungan antara risiko dan asuransi serta pengetahuan tentang praktek, prosedur dan peraturan yang berlaku dalam pasar asuransi
Peringkat
pengetahuan
HUBUNGAN ANTARA RISIKO DAN ASURANSI

Arti dan konsep risiko, dan ketidakpastian 3
Hubungan antara frekuensi dan besarnya risiko 3
Berbagai cara dalam mengklasifikasikan risiko 2
Biaya yang berkaitan dengan berbagai jenis risiko utama 1
Pentingnya manajemen risiko dan metode pengendalian risiko lainnya 2
Teknik menajemen risiko : identifikasi, analisa, pengendalian dan pengalihan 2
Asuransi sebagai mekanisme pengalihan risiko 2
Penggunaan, kelebihan dan kelemahan self-insurance 2
Peranan dan operasional perusahaan asuransi “captive” 2

CHAPTER 10. TORTS 2

A.Negligence

Definisi dari negligence terdapat dalam putusan yang ditetapkan oleh hakim dalam kasus atau perkara “Blyth vs Birmingham Waterworks Co (1856)”, sebagai berikut:
“the omission to do something which a reasonable man, guided upon those consideration which ordinarily regulate the conduct of human affairs, would do or doing something which a prudent and reasonable man would not do”

Dalam menilai negligence (kelalaian), pengadilan berpatokan pada apa yang pantas seseorang akan atau tidak akan lakukan dalam keadaan-keadaan yang dihadapinya; sedangkan karakteristik-karakteristik khusus yang dimiliki oleh si pelaku tort tidak akan dijadikan sebagai pertimbangan. Jadi seorang pengemudi yang masih dalam taraf belajar mengemudi mungkin saja mengemudikan sebuah kendaraan sehati-hati mungkin, tetapi karena kekurangan pengalaman, ia melakukan sesuatu yang tidak akan dilakukan oleh seorang pengemudi yang cakap atau kompeten; si pengemudi baru ini akan bertanggung jawab jika, misalnya, seorang pejalan kaki mengalami cidera karena perbuatannya.

CHAPTER 9. TORTS 1

A.The Nature of Tortious Liability
Tort harus secara jelas dibedakan dengan tindakan kriminal dan dengan pelanggaran dari suatu kontrak (breach of contract). Namun satu tindakan atau satu perlakuan dapat menimbulkan baik tindakan kriminal maupun tindakan tort.

Suatu tort (menurut hukum Inggris) merupakan suatu kesalahan perdata (a civil wrong). Dalam hukum Inggris, hingga saat ini belum ada definisi pasti untuk “torts”. Namun secara sederhana dan umum, torts dapat didefinisikan sebagai:“Breaches fo rights owed to people as a whole, as distinct from breaches of contract, which can affect onley parties to the agreement”

Torts adalah penyimpangan atau pelanggaran atas kewajiban seseorang sebagai seorang yang berada di masyarakat sipil yang menyebabkan orang lain dapat menuntut untuk memperoleh ganti rugi karena:
*kerusakan harta benda
* luka badan/injury

UU Indonesia juga tidak memberikan definisi dari “perbuatan melawan hukum” (atau “perbuatan melanggar hukum). Perumusan “perbuatan melawan hukum” yang dipelopori oleh Molengraaff adalah:“Perbuatan melawan hukum merupakan suatu perbuatan atau kealpaan, yang bertentangan dengan hak orang lain atau bertentangan dengan hak orang lain atau bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku sendiri atau bertentangan baik dengan kesusilaan maupun dengan sikap hati-hati yang harus diindahkan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain atau benda”

Sabtu, 27 November 2010

102 : HUKUM DAN ASURANSI ( 17 MARET 2009 )

SELASA : 17 MARET 2009
Jam : 09.00 - 12.00

 Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II)
 Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%)
 Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
 Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam

BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini.
Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks).
Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.


1. Uraikan mengapa dikatakan polis sebagai perjanjian legally binding agreement.
2. Uraikan perbedaan kantor cabang dengan kantor perwakilan (pemasaran) dilihat dari persyaratan tenaga ahli dan operasional yang    boleh dilakukan.
3. Uraikan pengertian bahwa suatu kerugian (loss) dalam asuransi bersifat accidental or fortuitous.
4. Uraikan bahwa polis asuransi kerugian disebut sebagai contract of indemnity.
5. Sebutkan 5 (lima) hal yang membatasi besarnya indemnity yang menjadi hak dari tertanggung dalam asuransi kerugian.
6. Uraikan hubungan hukum antara Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA) dengan polis asuransi.
7. Uraikan pengertian wanprestasi.
8. Uraikan mengapa personal contract tidak dapat dialihkan secara bebas (not freely assignable).

102 : HUKUM DAN ASURANSI ( 13 MARET 2007 )

SELASA : 13 MARET 2007
Jam : 09.00 - 12.00

 Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II)
 Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%)
 Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
 Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam


BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini.
Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks).
Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.


1. Uraikan perbedaan Express Terms dengan Implied Terms dalam suatu Contract.
2. Uraikan pengertian obyek asuransi menurut UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.
3. Uraikan akibat dari tidak terpenuhinya unsur �kata sepakat� dan �cakap hukum� dari syarat-syarat sahnya suatu perjanjian menurut    hukum Indonesia.
4. Uraikan kebebasan tertanggung berikut pengecualiannya dalam penutupan asuransi sebagaimana diatur dalam UU No. 2 Tahun 1992    tentang Usaha Perasuransian.
5. Uraikan kausa (sebab) yang halal sebagai salah satu syarat sahnya perjanjian.menurut Hukum Indonesia.
6. Uraikan Burden of Proof.
7. Uraikan 4 (empat) metode pemberian indemnitas.
8. Sebagian polis asuransi digolongkan sebagai Personal Contract. Uraikan !

Jumat, 26 November 2010

CHAPTER 8. AGENCY

A.Definisi Agen
Definisi agen dalam kasus Towle and Co. v White (1873) ;
Agent is a person ivested with a legal power to alter the principal’s legal relations with third parties
Hukum agency dibuat berdasarkan maxim qui facit per alium facit per se  (seseorang yang mempekerjakan orang lain untuk melakukan sesuatu, maka orang lain tersebut harus melakukannya sendiri). Seseorang yang mempunyai contractual capacity bisa mempekerjakan agen, dengan pengecualian tertentu, mengikat agen tersebut untuk melakukannya sendiri.
   
B.Creation of Agency
Beberapa metode timbulnya keagenan :

1.By consent. Merupakan cara paling umum timbulnya keagenan; masing-masing pihak menyetujui bahwa pihak kedua akan bertindak sebagai agen pihak yang pertama. Keagenan bisa diciptakan melalui deed, akta bawah tangan, atau secara oral.
Untuk alasan praktis, lebih baik jika agency diciptakan melalui tulisan sehingga sama-sama jelas bagi kedua belah pihak, dan dalam keadaan tertentu diperlukan bentuk penunjukkan tertentu diperlukan. Contohnya : agen yang ditunjuk untuk melaksanakan deed untuk kepentingan principal, harus ditunjuk melalui deed.

CHAPTER 5. PERATURAN PENGAWASAN DI INDONESIA

Peraturan pengawasan di Indonesia   

1.UU No 2 Tahun 1992                ---> usaha perasuransian
2.PP No 73 Tahun 1992               ---> penyelenggaraan usaha perasuransian
3.KMK No 223/KMK.017/1993 ---> ijin usaha
4.KMK No 224/KMK.017/1993 ---> kesehatan keuangan
5.KMK No 225/KMK.017/1993 ---> penyelenggaraan
6.KMK No 226/KMK.017/1993 ---> ijin dan penyelenggaraan perusahaan penunjang usaha asuransi

1.Pengertian Asuransi

Ketentuan mengenai pengertian asuransi dalam UU No 2/1992 merupakan penyempurnaan dari pengertian asuransi dalam KUHD. Ketentuan dalam KUHD mengenai pengertian asuransi hanya mencakup jenis asuransi kerugian, sedangkan dalam UU No 2/1992 mencakup pengertian asuransi kerugian dan asuransi jiwa. Dari kedua ketentuan mengenai pengertian asuransi tersebut, selain terdapat perbedaan cakupan jenis asuransinya, dalam UU No 2/1992 juga ditambahkan bagian lain dari jenis asuransi kerugian, yaitu kerugian karena tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga.

Kamis, 25 November 2010

102 : HUKUM DAN ASURANSI ( 21 MARET 2006 )

SELASA : 21 MARET 2006
Jam : 09.00 - 12.00

Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II)
Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%)
Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam

BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini.
Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks).
Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.

1. Uraikan pengertian Precedent
2. Uraikan pengertian Perbuatan Melawan Hukum menurut Hukum Perdata Indonesia
3. Uraikan pengertian Kausa yang Halal dalam Perjanjian
4. Uraikan pengertian Prestasi dalam Perjanjian Asuransi
5. Uraikan pengertian Agent menurut UU No. 2/1992 tentang Usaha Perasuransian
6. Uraikan pengertian Contra Proferentem Rule dalam Kontrak Asuransi
7. Uraikan pengertian The Burden of Proof dalam Klaim Asuransi
8. Uraikan 2 (dua) macam Breach of Good Faith

CHAPTER 4. PEMBUKTIAN

Dasar hukum : Bab I s/d Bab VI  Buku  IV KUHPer
Pasal 1865 s/d  pasal 1945 KUHPer
1.Yang harus dibuktikan hanya mengenai hal-hal yang dibantah oleh lawan
2.Hal-hal yang diakui oleh lawan dan diketahui sendiri oleh hakim tidak perlu dibuktikan
3.Lima macam alat bukti:
     a.surat
     b.saksi
     c.persangkaan
     d.pengakuan
     e.sumpah

A.Surat
1.Menurut UU ada 2 macam surat:
   a.surat akte
   b.surat lain
  Surat akte adalah suatu tulisan yang semata-mata dibuat untuk membuktikan suatu hal atau peristiwa. Surat akte harus ditandatangani
  Surat akte terbagi atas:
a.surat akte resmi (otentik)
b.surat akte bawah tangan

CHAPTER 3 . DALUWARSA

Daluwarsa adalah suatu alat untuk memperoleh sesuatu atau untuk dibebaskan dari suatu perikatan dengan lewatnya suatu waktu tertentu dan atas syarat-syarat yang ditentukan oleh undang-undang (pasal 1946 KUHPer).
Dasar hukumnya : Bab VII pasal 1946 s/d 1993 Buku IV KUHPer
Daluwarsa mesti dibedakan dengan:
a.Pelepasan hak : hilangnya hak, bukan karena lewatnya waktu, tetapi karena sikap atau tindakan seseorang yang menunjukkan bahwa ia sudah tidak akan mempergunakan sesuatu hak. Misal : orang yang membeli barang yang ternyata mengandung cacat tersembunyi, jika ia tidak mengembalikan barang itu, ia kehilangan hak untuk menuntut ganti rugi dari penjual
b.Decheance : UU ada kalanya memberikan hak hanya untuk suatu waktu tertentu, bila hak tidak digunakan dalam jangka waktu tersebut, hak itu gugur. Misal : hak reclame 30 hari (pasal 1145 KUHPer). Harus diperhatikan hakim meskipun tidak diminta

A.Jangka Waktu Daluwarsa
  1.Daluwarsa untuk memperoleh hak milik : 30 tahun
  2.Daluwarsa untuk dibebaskan dari suatu tuntutan : 30 tahun
  3.Beberapa macam penagihan yang biasanya dalam waktu yang singkat sudah dimintakan pembayaran,
    daluwarsa lebih pendek, misalnya:
     a.rekening dokter : 2 tahun
     b.rekening toko tentang penjualan barang untuk keperluan sehari-hari : 5 tahun

Selasa, 23 November 2010

CHAPTER 2 . PENAFSIRAN PERJANJIAN

Menafsirkan suatu persetujuan, berarti menentukan isi persetujuan dan mengakui akibat-akibat dari persetujuan.
Dasar hukum : Pasal 1342 s/d 1351 KUH Perdata
A. Langkah-langkah penafsiran perjanjian:
1.Jika kata-kata suatu perjanjian jelas, tidak diperkenankan menyimpang daripadanya dengan jalan
   penafsiran. (Pasal 1342 KUHPer)
2.“Jelas” artinya kata-kata yang sedikit sekali memberikan kemungkinan untuk terjadinya penafsiran yang
   berbeda.
3.Jika kata-kata suatu persetujuan tidak jelas, kita harus menyelidiki maksud para pihak yang membuat
   persetujuan.
4.Menafsirkan maksud para pihak harus memperhatikan itikad baik.

B.Ketentuan Penafsiran Perjanjian
1.Jika suatu janji mengandung macam-macam pengertian,maka pengertian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan janji itu dilaksanakan.
Contoh : kerugian harus dilaporkan sesegera mungkin (1x24 jam). Kalau ternyata keadaan tersebut baru diketahui 2 minggu setelah kejadian, maka arti “segera” adalah segera setelah diketahui, tidak mungkin kita dipaksa langsung tahu saat kejadian.
2.Jika kata-kata mengandung 2 macam pengertian, harus dipilih pengertian yang paling selaras dengan sifat persetujuan.
Contoh : transaksi harus dibayar dengan visa. Yang dimaksud dengan visa adalah jenis credit card, dan bukan visa dalam arti surat izin ke luar negeri
3.Jika ada yang meragukan, harus ditafsirkan menurut apa yang menjadi kebiasaan dalam negeri atau di tempat di mana persetujuan telah dibuat.
Contoh : untuk daerah di mana jual beli tidak biasa dilakukan dengan credit card, harus ditafsirkan bahwa perjualan baru jadi misalnya jika orangnya sudah menerima uang muka (jual beli secara fisik).
4.Hal-hal yang menurut kebiasaan selamanya diperjanjikan, dianggap secara diam-diam dimasukkan dalam persetujuan, meskipun tidak dengan tegas dinyatakan.
Contoh : dalam polis tidak dicantumkan tentang utmost good faith, namun prinsip ini menjadi rules yang selamanya harus ada dalam kontrak asuransi,
5.Semua janji yang dibuat dalam suatu persetujuan, harus diartikan dalam hubungan satu sama lain, tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka persetujuan seluruhnya.
Contoh : kalau di pasal 1 telah diatur mengenai objek pertanggungan adalah building, machinery dan stock, maka bila pada pasal lain disebutkan objek pertanggungan, maka harus diartikan seperti di pasal 1.
6.Jika ada keragu-raguan, maka suatu persetujuan harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya suatu hal dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu.
7.Contoh : tertanggung ingin menghapuskan suatu exclusion (pengecualian), maka bila terjadi keraguan, harus diartikan atas kerugian tertanggung, seakan-akan tertanggung yang menyusun draft perjanjian itu.
8.Meskipun kata-kata dalam persetujuan mempunyai arti yang luas, namun persetujuan itu hanya meliputi hal-hal yang nyata dimaksud oleh para pihak sewaktu membuat persetujuan.
9.Jika seseorang dalam persetujuan menyatakan sesuatu hal untuk menjelaskan perikatan, ia tidak dapat dianggap hendak mengurangi atau membatasi kekuatan persetujuan menurut hukum dalam hal-hal yang tidak dinyatakan.

Kamis, 18 November 2010

CHAPTER 1. HUKUM PERJANJIAN

A.Hubungan antara Perikatan dan Perjanjian

Perikatan adalah suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut suatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu.Pihak yang berhak menuntut sesuatu, dinamakan kreditur atau si berpiutang, sedangkan pihak yang berkewajiban memenuhi tuntutan dinamakan debitur atau si berutang.Perhubungan antara dua orang atau dua pihak tadi adalah suatu perhubungan hukum, yang berarti hak si berpiutang itu dijamin oleh hukum atau undang-undang.

Suatu perjanjian adalah suatu peristiwa di mana seseorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari peristiwa ini, timbullah suatu hubungan antara dua orang tersebut yang dinamakan perikatan. Perjanjian itu menerbitkan suatu perikatan antara dua
orang yang membuatnya.

Jadi hubungan antara perikatan dan perjanjian adalah bahwa perjanjian itu menerbitkan perikatan. Perjanjian adalah salah satu sumber perikatan. Suatu perjanjian juga dinamakan persetujuan, karena dua pihak itu setuju untuk melakukan sesuatu. Perkataan kontrak, lebih sempit karena ditujukan kepada perjanjian atau persetujuan tertulis.

B.Sistem Terbuka dan Asas Konsensualisme dalam Hukum Perjanjian
Hukum benda mempunyai sistem tertutup, sedangkan Hukum Perjanjian menganut sistem terbuka. Artinya macam-macam hak atas benda adalah terbatas dan peraturan-peraturan yang mengenai hak-hak atas benda itu bersifat memaksa, sedangkan Hukum Perjanjian memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengadakan perjanjian yang berisi apa saja, asalkan tidak melanggar Undang-Undang , ketertiban umum dan kesusilaan.

Pasal-pasal dari Hukum Perjanjian merupakan apa yang dinamakan hukum pelengkap (Bhs. Inggris “optional law”), yang berarti bahwa pasal-pasal itu boleh disingkirkan manakala dikehendaki oleh pihak-pihak yang membuat suatu perjanjian. Mereka diperbolehkan membuat ketentuan-ketentuan sendiri yang menyimpang
dari pasal-pasal Hukum Perjanjian dan diperbolehkan mengatur sendiri kepentingan mereka dalam perjanjian-perjanjian yang mereka adakan itu. Apabila pihak-pihak yang membuat perjanjian itu tidak mengatur sendiri sesuatu soal, maka berarti mengenai soal tersebut akan tunduk kepada UU. Karena itu hukum perjanjian
disebut hukum pelengkap, karena fungsinya melengkapi perjanjian-perjanjian yang dibuat secara tidak lengkap.

Kamis, 11 November 2010

101 : PRAKTEK ASURANSI ( 16 MARET 2009 )

SENIN : 16 MARET 2009
Jam : 09.00 - 12.00

 Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II)
 Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%)
 Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%)
 Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam

BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini.
Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks).
Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.


1. Uraikan perbedaan antara profil risiko high frequency-low severity dengan low frequency-high severity.
2. Uraikan pengertian physical hazard dan moral hazard; masing-masing disertai satu contohnya.
3. Uraikan perbedaan antara risiko partikular dan fundamental.
4. Uraikan fungsi primer asuransi sebagai suatu mekanisme pengalihan risiko.
5. Prinsip utmost good faith merupakan salah satu implied conditions dalam polis asuransi. Uraikan pengertian prinsip tersebut dan penerapannya dalam polis-polis standar Indonesia yang dikeluarkan oleh AAUI.
6. Uraikan pengaturan grace period dalam Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia yang dikeluarkan oleh AAUI.
7. Uraikan mengapa inflasi merupakan salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam penetapan premi.
8. Uraikan penerapan ketentuan average dalam perhitungan jumlah ganti rugi.

Selasa, 09 November 2010

CHAPTER 10. REINSURANCE

1.Definisi reinsurance:
Reasuransi adalah persetujuan antara Penanggung (Ceding company) dan reasuradur, di mana penanggung menyetujui untuk menyerahkan/melimpahkan seluruh atau sebagian resiko atas suatu pertanggungan yang ditutupnya (ditanggung) kepada reasuradur, dan dengan menerima premi dari penanggung sebagaimana telah ditetapkan sebelumnya,reasuradur menyetujui untuk membayar ganti rugi kepada Penanggung berhubung dengan kerugian yang terjadi atas pertanggungan yang ditutupnya tersebut, semuanya itu berdasarkan atas syarat-syarat sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian
Ceding co. atau reinsured biasanya adalah sebuah perusahaan asuransi, sedangkan reasuradur atau reinsurer adalah sebuah perusahaan asuransi atau sebuah perusahaan reasuransi profesional.
Menurut R.C. Reinarz, reasuransi adalah akseptasi oleh suatu Penanggung yang dikenal sebagai reasuradur dari semua atau sebagian resiko kerugian dari Penanggung yang disebut Ceding Company.







KETERANGAN:
-Kontrak asuransi dan reasuransi adalah masing-masing terpisah
-Antara tertanggung dengan reasuradur tidak terdapat jalur komunikasi
-Kontrak yang disepakati antara Perusahaan Asuransi dengan Reasuradur adalah di luar wewenang tertanggung
-Dalam hal Perusahaan Asuransi “bangkrut” tertamggung tidak berhak untuk menarik uang yang merupakan kewajiban Reasuradur kepada perusahaan asuransi

Rabu, 03 November 2010

101 : PRAKTEK ASURANSI ( 12 MARET 2007 )

SENIN : 12 MARET 2007
Jam : 09.00 - 12.00

Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II) Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%) Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%) Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam


BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini. Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks).
Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.

1. Uraikan perbedaan antara pure risk dan speculative risk.
2. Uraikan pengertian manajemen risiko.
3. Uraikan jaminan yang diberikan oleh asuransi Employer’s Liability.
4. Uraikan pengertian operative clause.
5. Uraikan pengertian Long-Term Agreements.
6. Sebutkan 4 (empat) peran utama seorang underwriter.
7. Uraikan pengertian solvency margins.
8. Sebutkan 4 (empat) contoh fraud dalam klaim asuransi.


BAGIAN II

Jawab EMPAT dari ENAM pertanyaan pada bagian ini. Apabila dijawab lebih dari 4 (empat) soal, maka yang akan inilai hanyalah jawaban dengan urutan pengerjaan 1 (satu) sampai 4 (empat) tanpa memperhatikan nomor urut soal. Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks)

9. Dalam kaitan dengan self insurance
a. uraikan pengertian self insurance
b. jelaskan alasan suatu organisasi memilih melakukan self insurance
c. sebutkan masing-masing 6 (enam) keunggulan dan kelemahannya

Selasa, 02 November 2010

BPPDAN HIGHLIGHTS

BPPDAN HIGLIGHTS adalah sebuah bulettin yang diterbitkan oleh Badan Pusat Pengelola Data Asuransi Nasional , Yang di distribusikan secara gratis ke semua perusahaan Asuransi Nasional Bidang Kerugian , Buletttin ini berisikan analisan dan gambaran resiko - resiko dalam asuransi kerugian yang dilengkapi dengan grafik-grafik resiko yang diolah berdasarkan data-data BPDAN .

Berikut adalah bulettin tersebut yang bisa anda dapatkan secara gratis  :





 

 







CHAPTER 9. RENEWAL AND CANCELLATION

A.Prosedur Renewal
• Kontrak asuransi, kecuali polis asuransi jiwa dan PHI (Permanent Health Insuranse), biasanya hanya untuk periode satu tahun.
• Untuk mengadakan kontrak tahun yang akan datang, akan memakan biaya jika harus menerbitkan polis baru.
• Pada prakteknya, polis original dapat direnewal seperti disebut dalam preamble atau schedule.
• Bila ada penawaran dan penerimaan, dokumen polis yang sama dapat digunakan untuk masing-masing periode yang berikut.
• Walaupun dokumen original masih digunakan, secara hukum tercipta kontrak yang terpisah untuk masing-masing periode.
• The duty of disclosure timbul pada saat renewal.
• Dalam hal polis tahunan, tak ada kewajiban atas salah satu pihak untuk melakukan renewal kontrak untuk periode berikutnya.
• Dalam hal polis jangka panjang, kontraknya adalah untuk jangka waktu yang ditentukan atau hingga terjadi klaim, misal meninggal
• Penanggung harus menerima premi renewal bila diajukan, tetapi tertanggung tidak harus melakukan renewal.
• Bila tertanggung tidak melakukan renewal, polis akan menjadi batal atau “paid up” atau premi dibayar dari surrender value (nilai tunai) hingga nilai tunai tersebut habis

101 : PRAKTEK ASURANSI ( 20 MARET 2006 )

SENIN : 20 MARET 2006
Jam : 09.00 - 12.00


Ujian ini terdiri dari dua bagian (Bagian I dan Bagian II), Jawab seluruhnya 8 (delapan) pertanyaan pada Bagian I (bobot 25%) ,Jawab 4 (empat) pertanyaan pada Bagian II (bobot 75%) ,Waktu yang tersedia 3 (tiga) jam

BAGIAN I

Jawab seluruhnya DELAPAN pertanyaan pada bagian ini. Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks). Dianjurkan menggunakan waktu max. 45 menit untuk mengerjakan Bagian I.

1. Uraikan pengertian asuransi sebagai suatu mekanisme pengalihan risiko.
2. Uraikan perbedaan antara physical hazard dan moral hazard.
3. Sebutkan 4 (empat) peran utama seorang underwriter.
4. Uraikan perbedaan antara reasuransi facultative dan treaty.
5. Uraikan pengertian prinsip pemberian ganti rugi secara reinstatement.
6. Uraikan pengertian solvency margin.
7. Sebutkan 6 (enam) jenis jasa yang dapat diberikan suatu risk management consultant.
8. Sebutkan 7 (tujuh) informasi yang umumnya terdapat pada ikhtisar polis.

BAGIAN II

Jawab EMPAT dari ENAM pertanyaan pada bagian ini. Seluruh pertanyaan memiliki bobot yang sama (equal marks)

9. Dalam kaitan dengan self-insurance
     a. Jelaskan alasan seseorang melakukannya
     b. Sebutkan 6 (enam) keuntungannya
     c. Sebutkan 6 (enam) kerugiannya